Tampilkan postingan dengan label puisi ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi ku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 April 2012

AKU-SEBUTIR DEBU

sudah cukup pengharapan yang selama ini ada.
apapun itu sepertinya tetap tidak akan mengubah keadaan,
meskipun kau mungkin telah mengetahuinya.
terlalu banyak yang menjadi pengalih perhatianmu.
aku, hanya sebutir debu yang berhembus disekeliling mu,
mencoba mendapat perhatianmu.
tapi, bagaimana bisa sebutir debu dapat terlihat olehmu?
sedangkan begitu banyak bunga-bunga
yang datang menawarkan wanginya padamu.

aku-hanya sebutir debu-yang hanya dapat berterbangan disekitarmu
bahkan tanpa angin, aku mungkin tidaklah berarti apa-apa.
berharap dapat menyentuh hatimu,
berharap dapat membuatmu tersenyum,
berharap dapat membuatmu bahagia dengan kehadiranku
berharap mampu menjadi semangatmu,
berharap mampu menghapus lukamu,
dan, berharap mendapatkan perhatianmu.

tapi, aku sadar semua itu tidak mungkin terjadi.
bagaimana mungkin sebutir debu dapat membawa kebahagiaan?
sedangkan ia hanya mampu membuat mata mengeluarkan beningnya
bagaimana mungkin sebutir debu dapat melukiskan senyum?
sedangkan ia hanya mampu menambah perih luka,
bagaimana mungkin sebutir debu dapat mengalihkan perhatian?
sedangkan ia akan hilang dibawa angin.

aku sadar akan hal itu.

aku yang kini lelah menanti pengharapan itu,
kini mencoba beranjak pergi dari sekitarmu.
mengikuti arah angin yang akan membawaku jauh dari penglihatanmu.
dan berharap kamu menemukan bunga
yang mampu membawa cahaya bagimu.


5 April 2012 (21.58)

Selasa, 06 Maret 2012

Doa Malam Ini

ya Allah..
jagalah ia di setiap denyut nadinya
lindungi ia di setiap detak jantungnya
berilah ia kesehatan di setiap desah nafasnya
hindarkan dari segala penyakit
berilah ia kebahagiaan
baik di sela tawanya maupun tangisnya..

tuntunlah ia untuk selalu di jalan-Mu
bimbinglah ia meniti surga-Mu
lindungi segala langkahnya dari kesesatan...


terangilah ia saat ia menatap dunia
berilah keindahan padanya
saat senja Mu menyapa
dan lelapkan serta lindungi ia
di setiap malam tidurnya..

aku menyayanginya seperti aku menyayangi-Mu
aku mencintainya tak lebih dari cintaku pada-Mu
aku mrindukannya seperti aku selalu merindukan-Mu
aku menginginkannya seperti aku menginginkan Ridho-Mu...


_3 februari 2010_
ditulis ulang 6 maret 2012

Kamis, 05 Mei 2011

Buram

Pelangi yang di sisakan hujan itu menyapaku
Menawarkan warna warni yang terang
Dengan keceriaan yang menggoda

Lalu tak sampai sedetik,
bagai sebuah kedipan mata
semua pelangi itu hilang.

yang ada hanya sekelebat senyum palsu
yang ia tawarkan.
Seakan menjanjikan indah yang tersamarkan
Dan mencoba menggapai aku yang tersudut di mimpi buram.




beberapa minggu yang lalu, ada sesuatu dalam diri saya yang meminta untuk di tuliskan. seakan hasrat itu datang menggebu-gebu meminta untuk saya nmenuliskan nya dalam sehelai kertas dan merangkainya. tapi setelah jadi, sebenarnya ada beberapa kata yang kurang pas menurut saya, tapi keinginan untuk merubahnya lenyap ketika keinginan untuk melakukan hal yang lain tiba-tiba datang menyergap saya. dan akhirnya inilah yang berhasil saya tulis. :)

Kamis, 14 Januari 2010

Dentang Waktu

bukan senyumnya,

bukan tawanya,

bukan sedihnya,

bukan pula dukanya,

yang membuat aku menderai tangis

meluluh rangas resah,

melepah tikar terkoyak.

hanya waktu,

detik, menit, dentang yang berganti.

mengurai lebar jalan ke ujung dawai

mengutus langkah pada tantangan yang lebih.

dentang hati entahlah,

lelah rasa jiwa mengaduh,

tapi jingga tetap mewarnai senja,

tangis tetap berurai

dan langkah tetap tertuju.

tangis kan berganti tawa

melalui waktu yang juga mengantar

ada dimensi lain perjalanan,

demi cahaya di ujung horison.